Postingan

Anjuran Yang Terabaikan

Sudah menjadi hal yang biasa ketika ada seorang ingin menyampaikan sebuah pidato, khutbah, kajian, presentasi, atau semisalnya, ia mengawali semua materi yang ingin dipaparkan dengan terlebih dahulu memberikan muqoddimah. Ya, kalimat pembuka yang berisi anjuran syukur kepada Allah 'azza wa jalla yang dilanjutkan dengan bersholawat kepada baginda mulia Rasulullah shalallahu alaihi wasallam. Dan sering pula kita ketika mendengar muqoddimah ini kadang kurang perhatian atau pura² tak mendengarkan. Mungkin beranggapan ini bukan hal terlalu penting dan sudah menjadi kebiasaan hanya untuk formalitas belaka. Padahal pernahkah kita berfikir tentang kenapa seringnya kita diingatkan tentang hal ini (syukur)? Let's see. Kita pasti ingat kapan terakhir kali kita opname di RS, detail sekali kita mengingatnya. Tanggal, jam, lokasi kita ingat semua. Kita mungkin juga ingat betul kapan kita jatuh dari motor, kecelakaan misalnya. Tapi disebalik itu semua ingatkah kita akan nikmat sehat...

Momentum dari Rembang

Sekitar dua minggu yang lalu, aku mendapat momentum yang luar biasa. Lebih tepatnya aku mengambil momentum itu. Ya, mengambil bukan mempersilahkan apalagi diberi momentum itu. Karena betapa banyak kesempatan atau momentum luar biasa yang berseliweran di hidup kita yang sering terlewat begitu saja atau kita persilahkan berlalu. Tanpa kita sadar dan berinisiatif untuk mengambilnya, maka sedetik berlalu momentum itu akan hilang bahkan bisa jadi akan direbut oleh orang lain dan menjadi miliknya. Akhirnya kita kehilangan kesempatan emas untuk bebenah jadi lebih baik lagi bahkan kehilangan kesempatan untuk menjadi juara. Ibarat seorang atlit tinju yang tengah berlaga. Ia melihat ada momentum, ada kesempatan emas untuk memukul jatuh lawannya hingga KO, ia yakin itu. Kemudian ia manfaatkan kesempatan itu, lalu meluncurlah pukulan keras tepat di titik terlemah dari lawannya dan akhirnya ialah sang juara. Ada lagi seorang pembalap di putaran terakhirnya masih berada di posisi ke dua. Namun ...

Dear my Future!

Masa depan memang misteri. Teka-tekinya selalu mengusik setiap hati yang berlebihan dalam memikirkannya. Bayang-bayangnya selalu menghantui setiap langkah. Hingga sesekali langkah ini melambat, tersendat, bahkan terhenti karenanya. Disinilah peliknya. Apa yang kita harapkan dimasa depan memang belum sepenuhnya milik kita bukan? Tapi bukankah kita diperintahkan untuk bercita-cita, mengimpikan, bahkan berusaha untuk mewujudkan. Okelah kita punya impian, cita-cita, dan sejuta harapan. Tapi coba tengok kembali, impian apa yang kau harapkan itu? Cita-cita apa yang sedang kau usahakan saat ini. Sehingga, segala potensi dan tenagamu habis terkuras hanya untuk memikirkannya. Untuk kebahagiaan sesaat, kesenangan pribadi, atau balas dendam akan masa lalu burukmu. Sadarlah kau! Segala yang mengusik hati dan pikiranmu akhir-akhir ini adalah karena kau terlalu banyak membandingkan dirimu dengan orang lain, yang tentu punya jalan cerita hidup yang berbeda. Kau mengira "enak ya jadi di...

Jalan cinta kita #212

____ Kau tau kan kita akan melakukan perjalanan panjang? Yang jalannya kadang berliku juga terjal. Kadang banyak godaan disepanjang perjalanan yang terkadang membikin kita berbelok dari tujuan. Aku tahu itu, kau pun juga. Maka kita butuh saling mengingatkan. Aku pegang kemudi, kau sang pemandu navigasi. Ingatkan aku bila kita mulai berbelok arah. Kadang aku juga terburu-buru, sekali lagi ingatkan aku, siapapun kamu, sepakat? Bahwa akhir dari perjalanan ini adalah tempat yang menjadi idaman setiap insan. Surga nan penuh kenikmatan. Kelak kita berkumpul bersama keluarga, kerabat, dan handai taulan . (وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شَيْءٍ ۚ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ) . Dan orang-orang yang beriman, beserta anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, Kami pertemukan mereka dengan anak cucu mereka (di dalam surga), dan Kami tidak mengurangi sedikit pun pah...

Nyari Inspirasi #1

Jumat. Hari yang baik. Banyak kebaikan Allah janjikan dihari ini. Kita tahu diantaranya, lewat lisan sang Baginda صلى الله عليه وسلم ada kabar gembira bagi diri yang penuh dosa selama sepekannya, Allah janjikan ampunan dari satu jum'at ke jum'at berikutnya. Jum'at itu. Saya melakukan kunjungan ke sebuah pesantren yang masih baru berdiri. Kurang lebih 3 tahun berjalan ini. ABI-UMMI, begitu nama pesantren itu. Dan satu yang jadi fokus bagi pesantren ini, Al Quran. Yup, senang rasanya menemukan lingkungan seperti ini. Tentram menenangkan. Ditengah panas gersangnya krisis akhir zaman yang sedikit banyaknya mengganggu keimanan, lingkungan seperti ini bagaikan oase yang menyejukkan. Hari ini, saya bertamu ke rumah salah seorang ustadz yang juga kebetulan menjadi kepala bagian tahfidz ma'had. Banyak hal beliau sampaikan. Mulai dari kurikulum tahfidz disini hingga pengalaman hidup beliau dan rekan²...

Cangkir Kesabaran

______ Dan esok kau akan tahu, rasa apa yang dimiliki oleh secangkir kesabaran. Tak ada rasa vanila ataupun stroberi, karena kesabaran bukan eskrim, menyerupainyapun tidak Kesabaran punya sisi manis yang jauh melebihi eskrim, sayangnya ia hanya bisa dinikmati setelah menikmati pahitnya sebuah proses, ya, proses kesabaran itu sendiri. Disitulah istimewanya Rasa pahit yang selama ini dirasakan, akan melipat gandakan rasa manis yang akan dirasakan . . الصَبرُ مِثْلُ اسْمِهِ، مُرٌّ مَذَاقَتُهُ ولَكِنْ عَوَاقِبُهُ أَحْلَى من العَسَلِ . Disebut sabar seperti namanya, pahit dirasa, namun akhirnya akan jauh lebih manis daripada madu . °wilujeng liburan°

Hanya Pemimpi

Setelah kemaren sore hujan gede plus angin juga, pagi ini suasana agak beda. Mentari tidak hangat seperti biasanya. Pukul 6 mendung masih tersisa. Udara pagi jadi agak sejuk. Tercium pula aroma khas tanah kering yang udah lama ngga tersiram air, seger² sejuk gmn gtu. Namun pagi ini, hari ini, adalah hari biasa. Aktivitas tetep harus jalan. Yang sekolah, jam segini udah rame geber sepeda, sebagian jalan kaki, ada juga naik angkutan. Yang kantoran, jam segini juga udah rame berseliweran, takut telat kena marah atasan. Yang buka toko, mulai beberes siap terima pelanggan. Intinya mah, gimanapun cuaca hari ini tetep harus jalanin daily activity. 😁[Hhhh maksa bet] 'alaa kulli haal, hujan adalah rahmat yang wajib kita syukuri, agar ia turun membawa berkah bagi bumi. Bukan dijadikan alesan nuruti males akhirnya ngga produktif. Kalo kitanya begitu, hujan dikit males terus tidur, gimana dengan segala target dan impian yang sudah kau susun. Akankah ia luntur seperti debu pada batu licin ...