Postingan

Muda Berani

Saya ada seorang teman dikelas. Masih muda, 2 tahun dibawah saya. Tapi hari ini ia sudah melewati kurang lebih 2 tahun pula masa pernikahannya dan alhamdulillah ia sudah dikaruniai seorang anak perempuan yang lucu juga unyu hihi, dan kalo ngga salah sudah mau menginjak 1 tahun ini si debay-nya. Saya kalo ketemu dia yang jadi bahan obrolan ga jauh² dari soal keluarga dan manajemen diri. Soalnya saya pengen banyak belajar dari dia soal yang satu ini. Alkisah dia adalah putra bungsu di keluarganya. Keluarga yang sederhana. Dia bukan selebgram, artis, atau macam influencer² dunia maya yang kita kenal, bukan. Nah, Selepas lulus dari MA di sebuah pondok pesantren islam terpadu, seperti anak pada umumnya ia mencoba daftar ke salah satu PTN islam di kotanya. Ga lama dia belajar di kampus, entah ga betah karena apa, dia keluar dan memutuskan berhenti kuliah. Belum ada satu semester kalo ga salah. Akhirnya ia kemudian mulai buka usaha jualan martabak. Singkat cerita dari aktifitas jua...

Impian dan Palestina || sebuah kisah

Alhamdulillah tsumma Alhamdulillah. Disore tanggal 16/4, saya berkesempatan mengikuti kajian Palestina. Beruntung yang mengisi sesi dalam acara tersebut salah satunya adalah Muhammad Husein Gaza, seorang aktivis kemanusiaan Indonesia yang telah tinggal lama dan berjuang langsung bersama saudara² kita di Palestina. Ini memang momen yang saya nantikan sudah lama. Bermula dari follow akun Instagram beliau, dimana konten yang mendominasi adalah isu tentang Palestina. Dari sini saya merasa tergerak untuk bisa langsung berjumpa. Nah, ketika mengetahui kabar kepulangan beliau ke Indonesia, saya berharap untuk bisa hadir atau bahkan mengundang beliau mengisi kajian Palestina. Sehingga saya bisa bertemu langsung dan bahkan ngobrol lebih banyak tentang diri beliau dan Palestina. Mulailah saya ngode² beliau lewat DM saat liat story-nya, atau komen beberapa postingan-nya, bahkan saya melobi seorang teman yang kebetulan menjadi salah satu pengurus remaja masjid agung disalah satu kota. Sampai s...

Anjuran Yang Terabaikan

Sudah menjadi hal yang biasa ketika ada seorang ingin menyampaikan sebuah pidato, khutbah, kajian, presentasi, atau semisalnya, ia mengawali semua materi yang ingin dipaparkan dengan terlebih dahulu memberikan muqoddimah. Ya, kalimat pembuka yang berisi anjuran syukur kepada Allah 'azza wa jalla yang dilanjutkan dengan bersholawat kepada baginda mulia Rasulullah shalallahu alaihi wasallam. Dan sering pula kita ketika mendengar muqoddimah ini kadang kurang perhatian atau pura² tak mendengarkan. Mungkin beranggapan ini bukan hal terlalu penting dan sudah menjadi kebiasaan hanya untuk formalitas belaka. Padahal pernahkah kita berfikir tentang kenapa seringnya kita diingatkan tentang hal ini (syukur)? Let's see. Kita pasti ingat kapan terakhir kali kita opname di RS, detail sekali kita mengingatnya. Tanggal, jam, lokasi kita ingat semua. Kita mungkin juga ingat betul kapan kita jatuh dari motor, kecelakaan misalnya. Tapi disebalik itu semua ingatkah kita akan nikmat sehat...

Momentum dari Rembang

Sekitar dua minggu yang lalu, aku mendapat momentum yang luar biasa. Lebih tepatnya aku mengambil momentum itu. Ya, mengambil bukan mempersilahkan apalagi diberi momentum itu. Karena betapa banyak kesempatan atau momentum luar biasa yang berseliweran di hidup kita yang sering terlewat begitu saja atau kita persilahkan berlalu. Tanpa kita sadar dan berinisiatif untuk mengambilnya, maka sedetik berlalu momentum itu akan hilang bahkan bisa jadi akan direbut oleh orang lain dan menjadi miliknya. Akhirnya kita kehilangan kesempatan emas untuk bebenah jadi lebih baik lagi bahkan kehilangan kesempatan untuk menjadi juara. Ibarat seorang atlit tinju yang tengah berlaga. Ia melihat ada momentum, ada kesempatan emas untuk memukul jatuh lawannya hingga KO, ia yakin itu. Kemudian ia manfaatkan kesempatan itu, lalu meluncurlah pukulan keras tepat di titik terlemah dari lawannya dan akhirnya ialah sang juara. Ada lagi seorang pembalap di putaran terakhirnya masih berada di posisi ke dua. Namun ...

Dear my Future!

Masa depan memang misteri. Teka-tekinya selalu mengusik setiap hati yang berlebihan dalam memikirkannya. Bayang-bayangnya selalu menghantui setiap langkah. Hingga sesekali langkah ini melambat, tersendat, bahkan terhenti karenanya. Disinilah peliknya. Apa yang kita harapkan dimasa depan memang belum sepenuhnya milik kita bukan? Tapi bukankah kita diperintahkan untuk bercita-cita, mengimpikan, bahkan berusaha untuk mewujudkan. Okelah kita punya impian, cita-cita, dan sejuta harapan. Tapi coba tengok kembali, impian apa yang kau harapkan itu? Cita-cita apa yang sedang kau usahakan saat ini. Sehingga, segala potensi dan tenagamu habis terkuras hanya untuk memikirkannya. Untuk kebahagiaan sesaat, kesenangan pribadi, atau balas dendam akan masa lalu burukmu. Sadarlah kau! Segala yang mengusik hati dan pikiranmu akhir-akhir ini adalah karena kau terlalu banyak membandingkan dirimu dengan orang lain, yang tentu punya jalan cerita hidup yang berbeda. Kau mengira "enak ya jadi di...

Jalan cinta kita #212

____ Kau tau kan kita akan melakukan perjalanan panjang? Yang jalannya kadang berliku juga terjal. Kadang banyak godaan disepanjang perjalanan yang terkadang membikin kita berbelok dari tujuan. Aku tahu itu, kau pun juga. Maka kita butuh saling mengingatkan. Aku pegang kemudi, kau sang pemandu navigasi. Ingatkan aku bila kita mulai berbelok arah. Kadang aku juga terburu-buru, sekali lagi ingatkan aku, siapapun kamu, sepakat? Bahwa akhir dari perjalanan ini adalah tempat yang menjadi idaman setiap insan. Surga nan penuh kenikmatan. Kelak kita berkumpul bersama keluarga, kerabat, dan handai taulan . (وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شَيْءٍ ۚ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ) . Dan orang-orang yang beriman, beserta anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, Kami pertemukan mereka dengan anak cucu mereka (di dalam surga), dan Kami tidak mengurangi sedikit pun pah...

Nyari Inspirasi #1

Jumat. Hari yang baik. Banyak kebaikan Allah janjikan dihari ini. Kita tahu diantaranya, lewat lisan sang Baginda صلى الله عليه وسلم ada kabar gembira bagi diri yang penuh dosa selama sepekannya, Allah janjikan ampunan dari satu jum'at ke jum'at berikutnya. Jum'at itu. Saya melakukan kunjungan ke sebuah pesantren yang masih baru berdiri. Kurang lebih 3 tahun berjalan ini. ABI-UMMI, begitu nama pesantren itu. Dan satu yang jadi fokus bagi pesantren ini, Al Quran. Yup, senang rasanya menemukan lingkungan seperti ini. Tentram menenangkan. Ditengah panas gersangnya krisis akhir zaman yang sedikit banyaknya mengganggu keimanan, lingkungan seperti ini bagaikan oase yang menyejukkan. Hari ini, saya bertamu ke rumah salah seorang ustadz yang juga kebetulan menjadi kepala bagian tahfidz ma'had. Banyak hal beliau sampaikan. Mulai dari kurikulum tahfidz disini hingga pengalaman hidup beliau dan rekan²...